|
Author: Romi Satria Wahono Sistem eLearning adalah suatu solusi yang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi dunia pendidikan saat ini. Keberadaan eLearning dengan dukungan teknologi indormasi membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi maupun sistemnya. Dewasa ini industri eLearning sedang mengalami krisis, yang berakibat ke kegagalan penerapan eLearning di berbagai sektor di dunia. Kegagalan terutama disebabkan karena pengguna yang sangat sedikit dan tidak termotivasi untuk menyelesaikan materi eLearning sampai akhir. Makalah ini memberikan solusi dengan mengembangkan sistem eLearning berbasis model motivasi komunitas yang dapat mengatasi rendahnya pengguna dan tidak termotivasinya pengguna dalam menggunakan sistem eLearning. Model motivasi komunitas dikembangkan berdasarkan teori motivasi pembelajaran dan teori requirement capturing dalam bidang requirement engineering. Pengukuran efektifitas model motivasi komunitas menggunakan indikator statistik kunjungan, traffic ranking , komparasi dengan sistem eLearning sejenis, dan hubungan antar konsep dalam model. Model yang dikembangkan juga telah diterapkan di sistem eLearning publik berbasis web IlmuKomputer.Com , dengan hasil yang cukup signifikan. artikel lengkap bisa didownload di romi-modelmotivasikomunitas-3oktober2007.zip |
|
|
Copyright © 2005 www.asep-hs.web.ugm.ac.id Asep Herman Suyanto
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
http://www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada ula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat lektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut : e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and earning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite ransmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan ibrero, 2002). |
|
Read more...
|
|
|
Dulu mungkin kita berpikir bahwa belajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang dibilang cukup “sederhana” untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu model tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Memang kita akui, sejak ditemukannya teknologi internet, hamper “segalanya” menjaid mungkin. Kini dapat belajar tak hanya anywhere, tapi sekaligus anytime dengan fasilitas e-learning yang ada.[1] |
|
Read more...
|
|
|